[OPINI OSPEK] Dari tiga masa orientasi mahasiswa baru saat mengambil S1 dan S2, tiga-tiganya memorable, namun hanya dua yang memberikan kenangan menyenangkan, Satunya lagi kurang menyenangkan. Yang tidak menyenangkan ini, sayang sekali terjadi di Indonesia saat saya masuk di salah satu prodi S1 di Indonesia.
Masa orientasi di kala itu hanya berisi kenangan buruk tentang bentakan senior yang selalu mencari-cari kesalahan maba, jalan kenkreng seperti tahanan, push-up sampai senior puas, tamparan dan tonjokan, tugas-tugas dadakan yang tidak masuk akal dan memalukan, dandanan aneh seperti orang gila, subuh-subuh bangun hanya untuk membuat cacing rambut sesuai tanggal hari itu, makan siang yang harus dimulai dengan makan sambal dan diakhiri dengan makan nasi, mandi dengan campuran tomat dan telur busuk dan masih banyak lagi hal-hal aneh dan konyol yang hingga saat ini masih membuat saya tidak mengerti apa sebenarnya manfaat dan esensi dari perlakuan senior yang tidak senonoh itu.

Persaan yang amat sangat berbeda saya rasakan ketika mendapat kesempatan kuliah S2 di dua universitas berbeda di luar Indonesia. Masa orientasi mahasiswa baru identik dengan senyum hangat senior yang siap membantu dan ditanyai apa saja, jalan-jalan melihat fasilitas kampus dan juga mengenal kota setempat, BBQ, makan-makan gratis, melihat stand-stand organisasi atau club yang bisa dimasuki selama kuliah sambil minta souvenir gratisnya, party, dan performance budaya oleh mahasiswa baru. Tidak hanya kegiatan yang fun-fun saja, kegiatan serius pun tetap ada seperti latihan menulis akademik, teknik mencari informasi di internet, bagiamana manajemen waktu yang baik, bagaimana menghadapi stress kuliah, bagaimana mengurus kartu mahasiswa, bagaimana menggunakan layanan self-service di perpustaakaan, bagaimana menginstall software yang dibutuhkan untuk kuliah, bagaimana mencari kos-kosan atau akomoadi murah disekitar kampus, mode transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai kampus, dan masih banyak lagi aktivitas yang benar-benar membantu kami sebagai mahasiswa baru yang masih minim informasi di kota tersebut. (Videonya bisa dilihat di link ini )

Ada senior yang pernah mengatakan kepada saya, model orientasi lunak seperti akan membuat maba jadi PATOTOAI (Indonesia; tidak punya rasa hormat/ ngelunjak) kepada senior. Oleh karena itu mereka harus ditunjukkan disiplin dan bagaimana seharusnya memperlakukan senior yang telah lebih dulu makan asam garam dunia kampus. **PREEET!!!** Lebih lanjut Maba juga katanya tidak akan memiliki kenangan manis tentang masa ospeknya jika hanya disayang-sayang oleh senior. Saya hanya bisa tertawa dan geleng-geleng kepala mendengar justifikasi sejenis itu. **dalam hati juga ngomong, kodooong…..kampunganmu Senior!!** Segitu gila hormatnya para senior ini sampai harus pura-pura galak hanya untuk mendapatkan respek dan hormat dari maba. Saya yakin senior-senior yang berpikiran seperti ini belum pernah merasakan langsung apa itu orientasi yang fun dan bermartabat. Jadi seperti katak dalam tempurung, yang mereka tahu hanya dunia dalam tempurungnya yang sempit dan gelap.

Dengar ya bagi Anda mahasiswa calon senior yang sebentar lagi akan menjadi panitia orientasi maba. Respek tidak didapatkan dengan muka masam, bentakan, suara tinggi, hinaaan apalagi penyiksaan fisik. Respek dari maba akan muncul jika kalian mampu menunjukkan prestasi, kerendahan hati, kemauan untuk berbagi informasi dan menjadi role model dengan attitude positif dalam keseharian. Respek tidak didapatkan dengan berkoar-koar “Hargai Seniormu!!” atau “Saya Seniormu!!!” padahal prestasi dibangku kuliah NOL BESAR dan IPK terjun bebas.

Sebagai mahasiswa baru, adik-adik kita ini butuh berbagai informasi yang akan membuat tahun-tahun pertama mereka kuliah menjadi lebih mudah dan lancar. Mereka butuh informasi dimana gedung PB, MKU untuk kuliah bersama, butuh informasi dimana mencari kos-kosan murah, bagaimana trik-trik menulis yang diterima dosen, dimana mencari jurnal artikel yang kelak akan menjadi teman tidur mereka, organisasi kemahasiswaan apa yang sesuai dengan bakat dan minat mereka, bagaimana adat istiadat orang Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya agar tidak salah berkata-kata atau bertindak, dan masih banyak lagi hal-hal lain yang dibutuhkan oleh mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki dikota ini.
Buatlah masa orientasi mereka memorable dan menyenangkan. Tolong bantu mereka. Anggap seperti adik-adik kalian sendiri.
Insya Allah mereka akan mengingat momen ini dalam kenangan manis dan akan menceritakan pada orangtua dan kerabat mereka dikampung, bahwa disini dikampus ini mereka menemukan kakak-kakak baru, saudara baru, teman-teman baru yang akan membantu mereka menjalani masa-masa berat mereka menuntut ilmu di kampus merah ini.
So, bagi kakak-kakak panitia dan para instruktur orientasi mahasiswa baru, keluarlah dari tempurung Anda yang sempit dan gelap. Buatlah oreintasi mahasiswa baru tahun ini dan tahun-tahun berikutnya manjadi lebih FUN, BERMANFAAT dan layak untuk dikenang sebagai salah satu momen terbaik dalam kehidupan mereka.

**Makassar, 4 Agustus 2015**

Advertisements